Kamis, 19 Februari 2015

Entri Jurnal dan Buku Besar

Diposting oleh Unknown di 01.38
1.        Pengertian Jurnal Khusus

Jurnal khusus merupakan jurnal yang menyediakan kolom untuk akun yang perubahannya berulang-ulang sehingga pencatatannya cukup menuliskan jumlah atau angka pada rekening yang sesuai, sehingga lebih praktis dan efektif bila pencatatannya hanya menggunakan jurnal umum saja. Begitu pula posting dari jurnal khusus ke buku besar lebih praktis dan efektif karena dilakukan secara berkala dan kolektif. Dengan demikian jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi secara khusus.

·           Perbedaan antar jurnal khusus dengan jurnal umum

          Terdapat sejumlah perbedaan anatara jurnal umum dengan jurnal khusus, antara lain meliputi bentuk jurnal, cara pencatatan transaksi, dan lain-lain.

Secara ringkas perbedaan tersebut disajikan sebagai berikut:

JURNAL UMUM
JURNAL KHUSUS
1. Bentuk
    Bentuk buku harian dengan dua lajur

 

2. Pencatatan
    Digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi
1. Bentuk
    Bentuk buku harian dengan banyak lajur disesuaikan dengan kolom-kolom yang dibutuhkan dan didasarkan pada kolom yang sejenis
2. Pencatatan
    Digunakan untuk nencatat transaksi yang   sejenis dan sering terjadi
3. Penulisan nama akun
    Penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal dilakukan setiap transaksi
3. Penulisan nama akun
    Penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal tidak dilakukan untuk setiap transaksi
4. Posting
    Posting dilkukan untuk setiap terjadinya transaksi
4. Posting
    Posting dilakukan secara kolektif dan berkala
5. Si pencatat
    Pekerjaan pencatatan dapat dilakukan oleh satu orang
5. Si pencatat
    Pekerjaan pencatatan dapat dilakukan oleh  beberapa orang.



2.        Jenis-Jenis Jurnal Khusus

  1. Jurnal penerimaan kas (Cash Receipt Journal ), adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas. Transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas antara lain penjualan tunai, penerimaan tagihan yang sudah jatuh tempo dan penjualan lainnya di luar barang dagang. Bentuk jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut:

                                                                                                                                    Hal: 1

Tgl
No Bukti
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Kas
Pot Penj
Piutang
Penjualan
Serba serbi













  1. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payment Journal), adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas atau pengeluaran uang tunai. Transaksi-transaksi dalam jurnal pengeluaran uang kas antara lain pembayaran utang, pembelian tunai, dan pembayaran beban-beban perusahaan. Misalnya: transaksi pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, pembayaran utang, pembayaran beban-beban ( telepon, listrik, air ), dan retur penjualan tunai. Bentuk jurnal pengeluaran kas, seperti di bawah ini:                                                                                                

                                                                                                                     Hal: 1

Tgl
No Bukti
Ket
Ref
Debit
Kredit
Utang
Pembelian
Serba-serbi
Pot pembelian
Kas












  1. Jurnal pembelian (Purchases Journal), adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit.

a. Hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit

                                                                                                                                    Hal: 1

Tgl
No Faktur
Keterangan
Syarat pembayaran
Ref
Jumlah














b. Digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit

                                                                                                                                   Hal: 1

Tgl
No faktur
Ket
Syarat pembayar
an
Ref
Debet
Kredit
Pemb
Perlengk toko
Serba-serbi
Hutang dagang
Akun
Ref
Jml














  1. Jurnal Penjualan (Sales Journal), adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagang secara kredit

                                                                                                                              Hal: 1

Tgl
No faktur
Keterangan
Syarat pembayaran
Ref
Jumlah









  1. Jurnal umum (General Journal), adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus lainnya. Misalnya transaksi retur penjualan, retur pembelian, transaksi penyesuaian. Bentuk jurnal umum seperti dibawah ini:



            Jurnal Umum                                                                                       Hal:1

Tanggal
No Bukti
Keterangan
Ref
Debit
Kredit











Keterangan dari kelima jurnal:

1.        Tanggal, untuk mencatat tanggal transaksi

2.        No bukti/No faktur, untuk mencatat no bukti transaksi

3.        Keterangan, untuk mencatat keterangan singkat yang berisi nama rekening, nama debitur/kreditur, atau ringkasan transaksi

4.        Ref (referensi), untuk mencatat no rekening buku besar atau memberi tanda check mark ( √ ) jika jumlahnya sudah dipindahkan ke rekening buku besar atau buku besar pembantu

5.        Untuk transaksi yang kolomnya sudah tersedia, jumlahnya dicatat di dalam kolom yang bersangkutan, sedang untuk transaksi yang kolomnya tidak tersedia dicatat di dalam kolom serba-serbi



3.        Rekapitulasi Jurnal

Rekapitulasi jurnal adalah proses penjumlahan semua kolom yang terdapat di jurnal khusus, sedangkan pada kolom serba-serbi pemindahan dilakukan di tiap akun.

Bentuk kolom rekapitulasi :



No. akun
Nama Akun
Debet
Kredit









4.           Pengertian  Buku Besar

Buku besar adalah buku yang dipergunakan untuk mencatat perubahan akun-akun harta, kewajiban dan modal berdasarkan transaksi keuangan yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.

      Setelah melaksanakan analisis transaksi dengan membuat jurnal, maka langkah berikutnya adalah melakukan pencatatan pada akunnya masing-masing sesuai dengan jurnal yang telah dibuat. Akun banyak yang menggunakan bentuk kartu atau formulir. Akun terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

1.      Akun RIIL

Terdiri atas jenis harta, utang dan modal.

2.      Akun NOMINAL

Terdiri atas jenis pendapatan dan beban.

Kumpulan akun yang dipergunakan oleh suatu perusahaan disebut buku besar.



5.        Bentuk-bentuk Buku Besar

Adapun bentuk-bentuk dari buku besar adalah sebagai berikut:

   a) Akun bentuk skontro, ada dua macam yaitu:

1)      Bentuk T ( T account )

                                          Nama Akun              No. Akun




                 Sisi debet                              Sisi kredit





2)      Bentuk dua kolom ( akun bentuk T yang disempurnakan )

                                          Nama Akun                                               No. Akun

Tgl
Ket
Ref
Debet
Tgl
Ket
Ref
Kredit












   b) Akun bentuk stafel, ada dua macam yaitu:

       1) Bentuk tiga kolom

                                             Nama Akun                                                    No. Akun

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
D/ K     
Saldo











2) Bentuk empat kolom

                                               Nama Akun                                               No. Akun:

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit












6.        Pengkodean Akun

Akun dapat dipergunakan oleh suatu perusahaan tergantung dari luas dan sempitnya kegiatan perusahaan. Untuk memudahkan pencatatan ke dalam masing-masing akun yang jenis dan macamnya banyak sekali, perlu diadakan suatu cara yaitu dengan memberikan kode terhadap masing-masing akun yang dipergunakan perusahaan. Penyusunan tersebut berdasarkan tata urutan penyusunan akun neraca dan akun L/R. Penghkodean akun dibagi menjadi 4, yaitu:

a.      Kode NUMERICAL/NUMERIK

Adalah  suatu cara pemberian kode akun dengan memberikan nomor pada akun-akun yang ada.

Contoh: 111 kas, angka “1” yang pertama sebagai kelompok harta

                            angka “1” yang kedua sebagai golongan hata lancar

                            angka “1” yang ketiga sebagai jenis kas

b.      Kode DESIMAL

Adalah suatu cara pemberian kode akun dengan angka (= kode numerik) tetapi untuk beberapa akun ditambah dengan angka desimalnya.

Contoh : 122 gedung,  angka “1” yang pertama sebagai kelompok harta

                                     angka “2” yang pertama sebagai golongan hata tetap                                                angka “2” yang kedua sebagai jenis/nama “gedung”

c.       Kode MNEMONIK

      Adalah suatu cara pemberian kode akun dengan abjad/huruf.

     Contoh: Harta dengan kode Aa, Ab, Ac dst. Utang dengan kode Ba, Bb, Bc dst.



d.      Kode KOMBINASI HURUF DAN ANGKA (CAMPURAN)

       Adalah suatu cara pemberian kode akun dengan abjad/huruf untuk kelompok dan golongan akun, sedangkan kode angka untuk jenis/nama perkiraan.

 Contoh : Aa1 kas, huruf “A” sebagai kode kelompok harta

                               huruf “a” sebagai kode golongan harta lancar

                               angka “1” sebagai kode jenis/nama kas

         Setelah memahami pengkodean akun dan melaksanakan penjumlahan dari tiap transaksi maka langkah berikutnya adalah memindahkan jurnal ke akun yang bersangkutan. Adapun langkah-langkah pemindahbukuan dari jurnal ke akun yang bersangkutan adalah sebagai berikut:

1.      Memindahkan tanggal yang ada pada jurnal ke kolom tanggal pada buku besar

2.      Memindahkan keterangan singkat yang ada pada jurnal ke kolom keterangan pada buku besar

3.      Memindahkan:  a) Jumlah debet jurnal ke kolom debet buku besar

                                b) Jumlah kredit jurnal ke kolom kredit buku besar

4.      Memindahkan nomor halaman jurnal ke kolom Ref. pada buku besar

5.      Mencatat nomor akun pada bagian kanan atas buku besar

Sebagai ilustrasi, cara memposting dari jurnal ke akun yang bersangkutan dalam buku besar adalah sebagai berikut:



JURNAL UMUM                                                                                      Hal.1

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
2006
April
01
Perlengkapan kantor
          Utang usaha
(pembelian kredit)
104
201
    500.000
-
-
    500.000

                                                                                                                                  

Perlengkapan kantor                                                                  No.Akun: 104

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
2006
April
01
Membeli perlengkapan kredit
1
  500.000
-     
 500.000
-



                                              Utang Usaha                                         No. Akun: 201

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
2006
April
01
Membeli perlengkapan kredit
1
-
500.000     
-
500.000     



7.        Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu adalah rincian akun – akun dari suatu akun buku besar utama, yang digunakan untuk mengendalikan, untuk mengawasi atau mengendalikan akun buku besar utama.

Akun buku besar seperti akun utang usaha, piutang usaha, dan persediaan barang dagangan, kadang – kadang tidak mencerminkan data secara terperinci. Utuk mengetahui utang usaha, piutang usaha dan sediaan barang dagang secara terperinci, diperlukan akun – akun lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu – kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian, ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang, dan buku besar pembantu barang dagangan / sediaan.

Bentuk buku besar pembantu sama dengan bentuk buku besar, dapat berbentuk skontro dan staffel. Pencatatan ke dalam buku besar dilakukan secara langsung dari transaksi. Namun, dapat pula didasarkan dari jurnal khusus.

Contoh

Buku besar pembantu yang dibuat oleh Perusahaan Dagang Kondang Jaya, pada bulan Januari 2006 akan tampak sebagai berikut:

1.    Buku Besar Pembantu Piutang

     Toko Bengawan                                                                                   No. 102,1

Tanggal
Keterangan
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
2006 Jan
5

15
29
Penjualan, syarat 3/10,n/30
Pelunasan
Penjualan, syarat 3/10,n/30

Rp2.000.000

Rp2.500.000


Rp2.000.000


Rp 2.000.000
-
Rp 2.500.000



     Toko Mahakam                                                                                    No. 102,2

Tanggal
Keterangan
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
2006 Jan
20

28
Penjualan, syarat 3/10,n/30
Pelunasan
Rp4.000.000


Rp4.000.000
Rp4.000.000

-

2.    Buku Besar Pembantu Utang

PT Sari Merapi                                                                                     No. 201,1

Tanggal
Keterangan
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
2006 Jan
2

11
22

24

Pembelian, syarat 3/10,n/30
Pelunasan
Pembelian, syarat 2/10,n/30
Retur pembelian


Rp3.000.000


Rp   400.000
Rp3.000.000


Rp5.000.000
Rp3.000.000

-
Rp5.000.000

Rp4.600.000



PT Galunggung                                                                                    No. 201,2

Tanggal
Keterangan
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
2006 Jan
9

19
Pembelian peralatan kantor
Pelunasan


Rp1.000.000
Rp1.000.000
Rp1.000.000



Toko Ciliwung                                                                                      No. 201,3

Tanggal
Keterangan
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
2006 Jan
10
Pembelian perlengkapan toko

Rp100.000
Rp100.000



8.        Daftar Saldo

Untuk mengetahui apakah saldo buku besar umum (ledger) sama dengan saldo buku besar pembantu (subsidiary ledger), maka dari buku besar pembantu utang dan piutang dibuatlah daftar sisa utang dan daftar sisa piutang.

Contoh

Dari buku besar pembantu yang dibuat oleh perusahaan Dagang Manunggal Jaya, dapat dibuat daftar saldo seperti berikut ini.

1.    Daftar Saldo Piutang

31 Januari 2006

No.
Nama Debitor
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
102,1
102,2
Toko Bengawan
Toko Mahakam
Rp4.500.000
Rp4.000.000
Rp2.000.000
Rp4.000.000
Rp2.500.000
---
Rp8.500.000
Rp6.000.000
Rp2.500.000



2.    Daftar Saldo Utang

31 Januari 2006

No.
Nama Debitor
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo (Rp)
201.2
201.2
201.3
Toko Sari Merapi
Toko Galunggung
Toko Ciliwung
Rp3.400.000
Rp1.000.000
---
Rp8.000.000
Rp1.000.000
Rp   100.000
Rp4.600.000
---
Rp  100.000
Rp4.400.000
Rp9.100.000
Rp4.700.000



Daftar saldo diatas dapat pula dibuat dalam bentuk yang lebih sederhana, seperti berikut ini.

1.    Daftar Saldo Piutang

31 Januari 2006

No.
Nama Kreditor
Saldo
102.1
Toko Bengawan
Rp2.500.000









2.  Daftar Saldo Utang

31 Januari 2006

No.
Nama Kreditor
Saldo
102.1
102.3
PT Sari Merapi
Toko Ciliwung
Rp4.600.000
Rp   100.000
Rp4.700.000





3.    Buku Besar Pembantu Persediaan

Untuk mengadakan pengawasan terhadap sediaan barang dagangan, sebaiknya dibuat buku besar pembantu sediaan atau kartu stock. Buku besar pembantu persediaan merupakan kumpulan dari kartu stok.

Kartu stock adalah kartu atau formulir yang digunakan untuk mencatat setiap pemasukan atau pengeluaran barang dagangan secara rinci. Satu lembar kartu stock digunakan untuk mencatat satu macam barang.

Contoh kartu stock atau buku besar pembantu persediaan adalah sebagai berikut.



Tanggal
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo









Cara mengisi buku besar pembantu persediaan adalah seperti berikut ini

1.    Nama barang  : Diisi nama barang yang dicatat pada kartu stock yang bersangkutan

2.    Nomor            : Diisi nomor kode persediaan barang yang bersangkutan

3.    Tanggal           : Diisi tanggal terjadinya pemasukan atau pengeluaran



4.    Keterangan     : Diisi keterangan singkat alasan terjadinya mutasi (pemasukan atau

                              pengeluaran barang)

5.    Masuk             : Diisi kuantitas barang yang diterima

6.    Keluar             : Diisi kuantitas barang yang keluar

7.    Saldo              : Diisi kuantitas saldo barang yang bersangkutan

Contoh

Pada tanggal 1 Januari 2006 PD Anugerah memiliki saldo persediaan barang dagang sebagai berikut :

Beras   : 340 Kg @ Rp2.000,00

Gula    : 170 Kg @ Rp2.500,00

Terigu  : 280 Kg @ Rp3.000,00

Tanggal 3 Januari dijual kepada Toko Murah

200 Kg beras   @ Rp2.150,00

100 Kg Gula    @ Rp2.700,00

150 Kg Terigu  @ Rp3.100,00

Tanggal 5 Januari dibeli kepada PT. Barata barang dagangan berikut ini :

300 Kg Beras              @ Rp2.050,00

200 Kg Gula               @ Rp2.600,00

200 Kg Kacang Tanah            @ Rp6.000,00

Tanggal 6 Januari dijual kepada Toko Melati

250 Kg Beras              @ Rp2.150,00

100 Kg Gula               @ Rp3.150,00

60 Kg Kacang Tanah @ Rp6.300,00

Berdasarkan data diatas buatlah :

a.    Buku besar pembantu persediaan

b.    Daftar saldo persediaan

Jawab :

a.    Buku Besar Pembantu Sediaan

Nama Barang : Beras                                                                             No. : 104.1

Tanggal
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo
Jan
1
3
5
6
Saldo
Penjualan
Pembelian
Penjualan


300 Kg

200 Kg

250 Kg
340 Kg
140 Kg
440 Kg
190 Kg



Nama Barang : Gula                                                                           No. : 104.2

Tanggal
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo
Jan
1
3
5
Saldo
Penjualan
Pembelian


200 Kg

100 Kg
170 Kg
70 Kg
270 Kg



Nama Barang : Terigu                                                                         No. : 104.3

Tanggal
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo
Jan
1
3
6
Saldo
Penjualan
Pembelian


150 Kg
100 Kg
280 Kg
130 Kg
30 Kg



Nama Barang : Gula                                                                            No. : 104.2

Tanggal
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo
Jan
5
6
Penjualan
Pembelian
200 Kg

60 Kg

200 Kg
140 Kg




b.    Daftar Saldo Persediaan

No.
Nama Barang
Jumlah
104.1
104.2
104.3
104.4
Beras
Gula
Tepung terigu
Kacang tanah
190 Kg
270 Kg
30 Kg
140 Kg



·        Menyusun daftar saldo akun dalam buku besar

         Setelah transaksi dicatat pada akun, kita perlu menguji apakah setiap akun sudah benar pengisiannya. Ini penting karena kesalahan yang terjadi dalam pencatatan harus dibenarkan, setelah itu baru melangkah ke p[roses berikutnya. Untuk itu, kita memerlukan media yang disebut neraca saldo.Neraca saldo adalah daftar yang memuat saldo dari akun-akun yang terdapat dalam buku besar. Tujuan penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji apakah transaksi telah diposkan ke akunnya dengan benar, selain untuk menguji apakah jumlah yang diposkan ke buku besar telah mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya.

          Jika buku besar yang digunakan berbentuk skontro, maka saldo tersebut ditentukan dengan cara menjumlahkan debet dan kredit. Jika jumlah debet lebih besar dari kredit, maka pada neraca saldo  selisih tersebut dicatatnya sebagai debet. Selanjutnya, jika jumlah kredit lebih besar dari debet, maka selisihnya dicatat di sebelah kredit. Di lain pihak, jika buku besar yang digunakan berbentuk stafel, maka hanya saldonya saja yang dikutip.

   Bentuk dari neraca saldo sbb:



Nama perusahaan

Neraca Saldo

Periode

No. akun
Nama akun
D
K








c. Kesimpulan

·        Buku besar adalah buku yang dipergunakan untuk mencatat perubahan akun-akun harta, kewajiban dan modal berdasarkan transaksi keuangan yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.

·        Akun terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

1.      Akun RIIL, terdiri atas jenis harta, utang dan modal.

2.      Akun NOMINAL, terdiri atas jenis pendapatan dan beban.

Kumpulan akun yang dipergunakan oleh suatu perusahaan disebut buku besar. Adapun bentuk-bentuk dari buku besar adalah sebagai berikut:



   a) Akun bentuk skontro, ada dua macam yaitu:

 * Bentuk T ( T account )

 * Bentuk dua kolom ( akun bentuk T yang disempurnakan )

   b) Akun bentuk stafel, ada dua macam yaitu:

        * Bentuk tiga kolom

  * Bentuk empat kolom

·         Buku pembantu adalah buku yang memuat rincian dari akun piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan.

·        Neraca saldo adalah daftar yang memuat saldo dari akun-akun yang terdapat dalam buku besar.

·        Tujuan penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji apakah transaksi telah diposkan ke akunnya dengan benar, selain itu juga untuk menguji apakah jumlah yang diposkan ke buku besar telah mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Grasera Intan Biki Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea