Kamis, 19 Februari 2015

Jurnal Koreksi

Diposting oleh Unknown di 01.53
Jurnal koreksi biasa kita sebut juga sebagai jurnal pembetulan, karena fungsi dari jurnal ini sendiri adalah jurnal yang dipergunakan untuk membetulkan jurnal yang terlanjur salah dibuat – entah itu salah angka atau salah akun. Di dalam menyusun laporan keuangan mustahil kita tidak melakukan kesalahan ketika sedang mencatat jurnal, terlebih lagi ketika kita menyusunnya di atas sebuah kertas, sangat tidak boleh menggunakan tip x, oke lansung saja kita ambil contoh kasus sederhana:
Pada tanggal 12 November 2013 Ari menerima slip tunai pembayaran sewa. Untuk itu Ari membuat jurnal
[Debit] Beban Sewa Rp 10.130.000,-
[Kredit] Kas Rp 10.130.000,-
Keesokan harinya ari mendapat informasi manager bahwa saldo yang seharusnya adalah Rp 10,310,000,- setelah membandingkannya antara slip dengan jurnal yang sudah dibuat ternyata ada kesalahan angka. Sebagai gantinya, Ari memasukkan JURNAL KOREKSI :
[Debit] Beban Sewa Rp 180.000,-
[Kredit] Kas Rp 180.000,-
Setelah jurnal koreksi di masukkan maka total beban sewa diakui menjadi benar, yakni Rp 10.130.000,- + Rp 180.000,- = Rp 10.310.000,- sesuai dengan angka yang tertera pada slip pembayaran sewa.
Kesimpulan:
Jurnal koreksi adalah jurnal yang dipergunakan untuk membetulkan jurnal yang terlanjur salah dibuat – entah itu salah angka atau salah akun, karena kesalahan ketika mencatat jurnal bias terjadi di akun apa saja, sangat di anjurkan untuk membuat jurnal koreksi ketika terjadi di periode yang sedang berjalan, bagaimana kalau di luar periode akuntansi? Ini sangat tidak disarankan karena akan mempengaruhi struktur laporan keuangan yang sudah terbentuk, sehingga harus ada diskusi internal di divi accounting untuk langkah selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Grasera Intan Biki Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea